Rentetan Bencana di Indonesia 2018–2022: Analisis Data, Sebaran, dan Dampaknya

Datains
4 min readAug 22, 2023

--

Photo by NOAA on Unsplash

Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Adapun bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.

Indonesia, sebagai negara kepulauan yang terletak di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik merupakan wilayah yang rawan terhadap berbagai jenis bencana alam. Dengan lebih dari 17.000 pulau yang membentang dari Sabang di Aceh hingga Merauke di Papua, Indonesia dihadapkan pada ancaman gempa bumi, tsunami, banjir, letusan gunung berapi, tanah longsor, dan kebakaran hutan yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan merusak wilayah-wilayah yang luas. Selain itu, iklim tropis yang cenderung ekstrim juga membuat negara ini sering dilanda oleh bencana seperti angin topan, kekeringan, dan gelombang panas. Faktor geografis dan iklim ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu wilayah paling rentan terhadap bencana alam di dunia.

Sepanjang rentang tahun 2018 sampai tahun 2022 terdapat 22.336 bencana yang terjadi di Indonesia. Bencana tersebut meliputi banjir, gelombang pasang/abrasi, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, letusan gunung api, puting beliung, dan tanah longsor.

Grafik Tren Bencana dari 2018–2022

Berdasarkan tren bencana di atas, terlihat bahwa jumlah bencana di Indonesia setiap tahunya cenderung mengalami kenaikan dari tahun 2018 hingga tahun 2021. Adapun kenaikan terbesar terjadi pada tahun 2020 dengan persentase kenaikan sebanyak 27.75% sedangkan untuk jumlah kejadian terbanyak terjadi pada tahun 2021 dengan 6.235 bencana.

Dampak Kejadian dan Dampak Kerusakan

Bencana alam adalah peristiwa yang tidak dapat dihindari dan seringkali membawa dampak yang menghancurkan bagi lingkungan dan kehidupan manusia. Bencana bukan hanya merugikan secara materi, bencana alam juga menyebabkan hilangnya nyawa, kerusakan ekonomi, serta trauma mendalam bagi para korban. Perubahan iklim dan aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab telah semakin meningkatkan frekuensi dan intensitas bencana alam. Berikut potret dampak kejadian dan dampak kerusakan yang terjadi di Indonesia dalam lima tahun terakhir.

Grafik Dampak Bencana

Dampak kejadian yang timbul dari bencana yang terjadi yaitu jumlah orang terluka mencapai 48.860 jiwa, jumlah yang meninggal mencapai 7.917 jiwa serta jumlah yang hilang mencapai 1.040 jiwa. Adapun dari dampak kerusakan paling banyak mengakibatkan rumah terendam dengan jumlah 4.203.378 rumah.

Sebaran Bencana di Indonesia

Grafik Sebaran Kejadian Bencana

Berdasarkan sebaran kejadian bencana, terlihat bahwa terdapat 4 provinsi di Indonesia yang rawan akan bencana, yaitu Jawa barat, Jawa tengah, Jawa timur dan Aceh. keempat provinsi tersebut dalam lima tahun terakhir memiliki jumlah bencana alam melebihi 1000 kejadian.

Kejadian per Jenis Bencana dan Dampak Kejadian

Grafik Jumlah Kejadian Berdasarkan Kategori Bencana

Bencana yang paling sering terjadi di Indonesia ialah puting beliung dan banjir. Kasus bencana puting beliung berjumlah 6.945 kejadian dan banjir berjumlah 6.787 kejadian. Adapun gempa bumi dan tsunami merupakan bencana yang paling sedikit terjadi di Indonesia namun jika diamati lebih mendalam, justru kejadian gempa bumi dan tsunami adalah bencana yang paling banyak memakan korban jiwa. berikut grafik dampak kejadian berdasarkan jenis bencana yang terjadi.

Grafik Perbandingan Jumlah Korban berdasarkan Jenis Bencana

Penyebab Bencana

Setiap bencana yang terjadi pastilah memiliki penyebab. Adapun jika dilihat dalam 5 tahun terakhir penyebab utama terjadinya bencana yaitu dikarenakan oleh hujan dan angin kencang. Hal ini sejalan dengan jenis bencana yang paling sering terjadi di Indonesia yaitu puting beliung dan banjir. Berikut grafik rincian penyebab bencana di Indonesia

Grafik Perbandingan Penyebab Bencana

KESIMPULAN

Selain berupaya mengatasi cara untuk meminimalisir dampak yang timbul akibat bencana, pemerintah juga perlu mewaspadai bencana gempa bumi dan tsunami meskipun jumlah kejadian bencana ini yang cukup rendah jika dibandingkan bencana yang lain namun bencana inilah yang paling banyak memakan korban jiwa.

SARAN

Adapun saran yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak yang timbul dari bencana alam yaitu :

  • Adanya sistem peringatan dini sebelum terjadinya bencana
  • Pembangunan infrastruktur dan bangunan tahan bencana
  • Pemetaan wilayah yang rawan akan bencana
  • Memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengetahuan tentang bencana, serta kemampuan merespon ketika terjadi bencana.

SUMBER DATA

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2023). GIS BNPB. Diakses pada tanggal 28 Juni 2023, dari https://gis.bnpb.go.id/

Oleh : Al Izhar & Datains Team

--

--