Investasi Asing di ASEAN Tahun 2022 dan Dampaknya Terhadap Ekonomi, Industri, dan Perusahaan Startup

Datains
10 min readOct 13, 2023

--

Photo by LYNDA on Rappler

Awal bulan September lalu tepatnya tanggal 5–7 September 2023, Indonesia menjadi tuan rumah kegiatan rutin ASEAN yaitu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang diadakan di Jakarta. Dengan mengusung tema ‘ASEAN Matters Epicentrum of Growth’, KTT ASEAN berisi 31 poin program aksi yang mayoritas mencakup isu-isu salah satunya isu ekonomi.

Salah satu bahasan isu ekonomi ini adalah investasi asing di ASEAN. Investasi asing di ASEAN penting untuk pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN, karena dengan adanya investasi asing ini, banyak industri yang bisa dibangun, banyak lowongan pekerjaan yang akan muncul sehingga meningkatkan pendapatan, produktivitas, dan taraf hidup masyarakat di setiap negara-negara ASEAN.

Menyoroti hal tersebut, dalam artikel ini kita akan coba membahas perkembangan investasi asing setahun belakangan (2022) dan dampaknya terhadap industri dan perusahaan-perusahaan Startup dan Unicorn di berbagai negara di ASEAN.

Sumber Data

Sebelum kita masuk ke penjabaran eksplorasi dan analisis perkembangan investasi asing di ASEAN, kita perlu mengetahui terlebih dahulu darimana sumber datanya, metode mengambil datanya dan isi datanya tersebut.

Nah untuk data tersebut kita ambil dari ASEAN Investment Report 2022 yang kita ambil langsung dari website resmi ASEAN yaitu asean.org. Laporan ini berisi analisis investasi dan isu-isu terkait di ASEAN yang disusun berdasarkan pengaturan kerjasama teknis antara Sekretariat ASEAN dan UNCTAD, yang didukung oleh Program Kerja Sama Pembangunan ASEAN-Australia Tahap II.

Dari laporan tersebut kita mengambil bagian annexes, dan kemudian kita lakukan cleaning dan modelling sedikit di Python. Cleaning disini kita akan menghapus unicorn yang data valuasi atau pendanaannya kosong. Modelling ini dilakukan nantinya untuk segmentasi atau mencari cluster dari perusahaan-perusahaan startup unicorn di ASEAN yang sudah di-cleaning tadi.

Dalam mensegmentasi startup Unicorn ini, kita menggunakan model K-Means berdasarkan tahun pendirian startup, tahun status unicorn dicapai, valuasi ($ juta), pendanaan total ($ juta), jumlah tahun hingga menjadi unicorn, dan rasio pendanaan total terhadap valuasi (TFV). Setelah itu disimpan dalam bentuk csv dan divisualisasi dengan menggunakan Tableau.

Analisis umum

Berdasarkan data tersebut kita bisa melihat total investasi asing yang masuk ke ASEAN pada tahun 2022 yaitu:

Total Investasi di ASEAN

Kemudian kita coba liat persebaran di setiap negara ASEAN seperti berikut:

Total Investasi Asing (FDI) di ASEAN ($ Million)

Berdasarkan persebaran data tersebut kita bisa melihat bahwa negara Malaysia, Thailand, dan Singapura memiliki nilai investasi di atas $2800 juta yang bisa dilihat dari warnanya yang merah, kemudian nilai investasi diantara $1000 juta$2000 juta hanyalah negara Indonesia sedangkan negara-negara asean sisanya hanya memperoleh investasi asing di bawah $1000 juta.

Kemudian kita coba melihat investasi asingnya berdasarkan jenis industrinya seperti berikut:

Investasi Asing di ASEAN tahun 2021 per Industri ($ Million)

Dari pembagian berdasarkan industrinya ini, industri manufaktur (Manufacturing) menjadi industri pertama paling banyak memperoleh investasi asing di ASEAN tahun 2021 diikuti dengan industri keuangan dan asuransi (Finance dan insurance) di urutan kedua.

Namun perbedaan urutan pertama dan kedua ini sangatlah jauh bahkan sampai lebih 2 kali lipat bedanya. Hal ini tentu saja menjadi berita baik untuk negara-negara di ASEAN karena manufaktur adalah industri yang menjadi landasan keberhasilan ekonomi negara-negara industri.

Ketika sektor manufaktur memperoleh investasi asing yang banyak, dampak multiplier yang positif akan terjadi di berbagai sektor perekonomian, seperti mendorong pertumbuhan ekonomi yang pesat, mendorong pertumbuhan produktivitas perkapita, menurunkan angka kemiskinan, menciptakan lapangan kerja baru yang masif, dan meningkatkan pendapatan masyarakat (Why industrial development matters now more than ever before) .

Investasi Asing di Indonesia tahun 2021 per Industri ($ Million)

Selain di ASEAN, kita bisa kerucutkan ke negara Indonesia. Lagi-lagi industri manufaktur menjadi urutan pertama sebagai industri penerima investasi terbanyak di Indonesia.

Hal ini bisa jadi faktor kembalinya industri manufaktur menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia setelah 16 tahun Indonesia mengalami deindustrialisasi prematur yang ditandai oleh bergantungnya Indonesia pada sektor jasa dengan daya serap tenaga kerja dan tenaga kerja terampil yang lebih sedikit dibandingkan sektor manufaktur meskipun belum menjadi negara maju. Deindustrialisasi prematur adalah kondisi di mana output sektor manufaktur tumbuh lebih rendah daripada atau bahkan turun sebelum mencapai matang (What has been happening to Indonesia’s Manufacturing Industry).

Bagaimana Investasi berdampak pada perusahaan startup

Investasi asing ini juga berdampak pada perusahaan-perusahaan startup di ASEAN. Perusahaan startup adalah perusahaan rintisan yang didirikan oleh satu atau banyak orang untuk mengembangkan sebuah produk atau layanan unik yang sesuai dengan target pasar. Berdasarkan laporan tersebut juga kita bisa mengetahui bahwa terjadi peningkatan yang besar untuk pendanaan pada perusahaan-perusahaan startup akibat investasi asing pada tahun 2022 dibanding tahun 2018.

Total Pendanaan Perusahaan Startup di ASEAN ($ Million)

Terjadi peningkatan total pendanaan pada perusahaan-perusahaan startup yang sangat besar dari tahun 2018 ke 2022 yaitu sekitar 400% untuk ASEAN secara total.

Total Pendanaan Perusahaan Startup di Masing-Masing Negara ASEAN ($ Million)

Jika melihat persebaran di setiap asal negara startup didirikan, ternyata dari peningkatan yang banyak tersebut, negara Singapura adalah negara asal perusahaan startup yang mengalami peningkatan pendanaan terbanyak pada perusahaan-perusahan startup, bahkan pendanaan untuk perusahaan startup asal Indonesia mengalami peningkatan hampir 10 kali lipat pada tahun 2022 dari tahun 2018.

Total Pendanaan Perusahaan Startup Per Industri($ Million)

Berdasarkan jenis industri startup, ternyata perusahaan startup yang bergerak dibidang Transport, food delivery and payment solutions adalah perusahaan-perusahaan startup di ASEAN yang pada tahun 2022 menerima dana paling banyak dan meningkat paling banyak dari tahun 2018 yang diikuti oleh perusahaan startup yang bergerak di bidang travelling. Salah satu contoh perusahaan yang bergerak dibidang Transport, food delivery and payment solutions adalah Go-Jek.

Pendanaan per Perusahaan Startup ($ Million)

Selain itu dari grafik bubbles di atas kita juga bisa melihat bahwa perusahaan Traveloka adalah perusahaan startup yang menerima pendanaan terbesar pada tahun 2022, sedangkan yang mengalami peningkatan penerimaan dana terbanyak dari tahun 2018 adalah perusahaan Grab.

Banyaknya Negara yang Ditempati Startup

Kemudian kita coba pilah-pilah lagi startup-startup berdasarkan jumlah negara yang sudah mereka ekspansi di ASEAN. Sebagian besar perusahaan-perusahaan startup ini mengalami pertumbuhan jumlah negara-negara yang mereka ekspansi. Selain itu ditemukan juga bahwa perusahaan startup Ninja Logistics adalah perusahaan startup yang paling luas jangkauan ekspansinya di negara-negara ASEAN pada tahun 2022 yaitu sebanyak 7 negara.

Selain itu kita juga bisa menemukan bahwa Go-Jek adalah perusahaan startup yang pertumbuhan ekspansinya paling besar se-ASEAN dengan awalnya pada tahun 2018 cuma berada di 1 negara, tapi pada tahun 2022 startup tersebut berhasil berekspansi ke 5 negara. Penemuan ini menjadi kebanggaan bagi negara Indonesia karena Go-Jek adalah perusahaan yang didirikan oleh anak bangsa Indonesia yaitu bapak menteri pendidikan Indonesia, Nadiem Makarim.

Banyaknya Negara yang Ditempati Startup Berdasarkan Jenis Industri

Kita juga menemukan bahwa perusahaan-perusahaan startup yang fokus di industri fintech secara total terdapat di paling banyak negara di ASEAN. Financial technology/FinTech merupakan hasil gabungan antara jasa keuangan dengan teknologi yang akhirnya mengubah model bisnis dari konvensional menjadi moderat, yang awalnya dalam membayar harus bertatap-muka dan membawa sejumlah uang kas, kini dapat melakukan transaksi jarak jauh dengan melakukan pembayaran yang dapat dilakukan dalam hitungan detik saja. Perubahan gaya hidup masyarakat yang saat ini didominasi oleh pengguna teknologi informasi tuntutan hidup yang serba cepat menjadi salah faktor mengapa perusahaan-perusahaan fintech bisa berekspansi dengan cepat di berbagai negara.

Bagaimana dengan Startup Unicorn di ASEAN?

Unicorn merupakan istilah yang diberikan kepada startup yang memiliki nilai valuasi sebesar 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 14,2 triliun. ASEAN Investment Report 2022 juga melaporkan perkembangan pendanaan dan valuasi pada startup-startup Unicorn di ASEAN.

Asal Tempat Startup Unicron Berdiri di ASEAN

Sebelum kita membahas lebih jauh perkembangan pendanaan dan valuasi pada startup-startup Unicorn di ASEAN, kita coba cek terlebih dahulu total startup yang didirikan di negara-negara ASEAN. Ternyata perusahaan startup Unicorn paling banyak didirikan di negara Singapura yaitu sebanyak 17 Unicorn diikuti Indonesia menempati urutan kedua yaitu sebanyak 12 perusahaan startup unicorn yaitu GoTo, J&T Express, Traveloka, Akulaku, Sicepat, Ajaib, Tiket.com, Xendit, Ruangguru, Ovo, Blibli, dan JD.ID. Sayangnya Startup unicorn yang didirikan di Filipina paling sedikit, hanya 2 Unicorn yaitu Mynt dan Revolution Precrafted.

Total Pendanaan dan Valuasi Startup Unicorn di Setiap Negara di ASEAN ($ Million)

Dari perkembangan pendanaan dan valuasi pada startup-startup Unicorn di ASEAN, diketahui bahwa total pendanaan untuk Perusahaan Startup Unicorn terbanyak terdapat di negara di Singapura. Namun meskipun total pendanaaan terbanyak terdapat di negara Singapura, Valuasi startup unicorn terbesar terdapat di negara Indonesia.

Ini menunjukkan pertumbuhan yang pesat akan Startup-startup Unicorn di Indonesia. Akan tetapi hal ini perlu menjadi perhatian khusus bagi Indonesia karena terlihat ada perbedaan yang sangat besar antara valuasi dengan total pendanaan perusahaan-perusahaan startup unicorn di Indonesia yaitu hampir 5 kali lipat total pendanaannya sehingga bisa membentuk Gelembung ekonomi pada perusahaan-perusahaan startup.

Hal ini bisa menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan bubble burst pada startup-startup Unicorn di Indonesia tahun 2022 karena valuasi yang terlalu besar jika dibandingkan dengan total pendanaan. Fenomena bubble burst merupakan siklus ekonomi yang ditandai dengan peningkatan dari nilai pasar atau harga aset secara cepat.

Inflasi nilai yang signifikan ini kemudian diikuti oleh penurunan nilai secara drastis, yang biasanya diistilahkan dengan market crash. Selama “bubble”, harga aset keuangan atau kelas aset sangat meningkat, tetapi hal ini tidak diimbangi oleh kenaikan dari nilai intrinsik aset. Salah satu dampak dari Bubble burst ini adalah PHK dalam jumlah besar (layoff) seperti yang terjadi pada tahun lalu yaitu fenomena PHK massal terjadi dalam rentang waktu singkat oleh beberapa startup seperti JD.ID, Ruangguru, dan GoTo.

Fenomena Gelembung Ekonomi (Economic Bubble) dan Bubble Burst

Cross Analysis

Oleh karena ada perbedaan yang besar antara valuasi dan total pendanaan untuk setiap perusahaan startup Unicorn, kita perlu memperhitungkan persentase rasio antara total pendanaan dengan valuasi (%FTV) setiap perusahaan startup. Kemudian kita bisa melakukan segmentasi pada startup unicorn di ASEAN berdasarkan valuasi, pendanaan, Persentase Rasio pendanaan terhadap valuasi (%TFV). Setelah itu kita membuat visualisasi dengan menghubungkan antara total pendanaan, valuasi, dan %FTV dengan durasi tahun perusahaan startup tersebut berkembang menjadi Unicorn sejak berdiri.

Pengelompokkan/Clustering Startup Unicorn Berdasarkan Durasi Tahun yang dibutuhkan Startup menjadi Unicorn vs Total Pendanaan
Pengelompokkan/Clustering Startup Unicorn Berdasarkan Durasi Tahun yang dibutuhkan Startup menjadi Unicorn vs Valuasi

Dari perbandingan antara Valuasi dan total pendanaan terhadap jumlah tahun yang dibutuhkan startup untuk menjadi unicorn, terlihat bahwa unicorn yang berada di dan 1 hampir semuanya memiliki total pendanaan dan valuasi yacluster 0 ng kecil, dengan startup di cluster 0 cenderung singkat menjadi unicorn sedangkan cluster 1 cenderung lama.

Kita bisa menunjukkan juga bahwa startup yang berada di cluster 2 dan 4 cenderung singkat menjadi unicorn, akan tetapi cluster 2 memiliki total funding yang besar sedangkan cluster 4 cenderung memiliki valuasi yang besar. Terlihat juga bahwa ada cluster 3 yang isinya adalah unicorn yang moderat yaitu tidak lama atau cepat menjadi unicorn, juga memiliki total funding dan valuasi yang lebih besar dibanding cluster 0 dan 1.

Pengelompokkan/Clustering Startup Unicorn Berdasarkan Durasi Tahun yang dibutuhkan Startup menjadi Unicorn vs Persentase Total Pendanaan Terhadap valuasi (%FTV)

Berdasarkan kolom tahun startup menjadi unicorn vs TFV-nya, kita bisa mengetahui juga bahwa perusahaan yang berada di cluster 0 dan 1 dan 4 adalah perusahaan yang cenderung memiliki TFV rendah (dibawah 50% ) . Sedangkan Cluster 2 dan 3 cenderung memiliki TFV yang tinggi (di atas 40%). TFV ini bisa menjadi salah satu indikasi yang menunjukkan apakah valuasi yang ada terlalu tinggi dari nilai sebenarnya atau tidak.

Ringkasan Hasil Pengelompokkan Perusahaan Startup Unicorn

Perusahaan yang masuk ke cluster 0 contohnya adalah Ruangguru, dan Ajaib, cluster 1 contohnya adalah Sicepat dan Carousell, cluster 2 contohnya adalah Grab, cluster 3 contohnya adalah Lazada, dan Traveloka, dan Cluster 4 contohnya adalah GoTo.

Kesimpulan

Dari ulasan dan analisis di atas kita bisa mengetahui bahwa industri manufaktur memperoleh dana investasi paling besar sehingga memberikan dampak positif yang besar pada keberlangsungan industri manufaktur di negara ASEAN. Dampak positif ini akan memberikan kesempatan pada industri manufaktur menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi di negara-negara ASEAN. Dengan Investasi asing yang sangat besar pada industri manufaktur ini juga, banyak lapangan pekerjaan bisa tercipta, angka kemiskinan menurun, dan naiknya pendapatan masyarakat sehingga menaikkan taraf hidup masyarakat ASEAN.

Investasi asing ini juga berdampak besar pada pertumbuhan yang sangat pesat pada pendanaan dan jumlah ekspansi bisnis perusahaan-perusahaan startup ASEAN di berbagai negara ASEAN pada pada tahun 2022 jika dibandingkan dengan tahun 2018. Kita juga bisa menemukan total valuasi startup unicorn di Indonesia menempati urutan pertama mengalahkan Singapura meskipun total pendanaannya tertinggal jauh dari Singapura. Namun kita perlu mewaspadai valuasi yang besarnya tidak wajar karena bisa menunjukkan adanya indikasi gelembung ekonomi dan kemungkinan suatu startup unicorn akan mengalami bubble burst. Dari adanya indikasi tersebut kita akhirnya bisa mengelompokkan atau mensegmentasi perusahaan-perusahaan startup Unicorn di ASEAN menjadi 4 kelompok/cluster.

Sumber Data dan Referensi:

https://asean.org/wp-content/uploads/2022/10/AIR2022-Web-Online-Final-211022.pdf

https://www.kompas.com/tren/read/2023/09/04/120000965/7-hal-yang-perlu-diketahui-soal-ktt-asean-2023-di-jakarta

https://iap.unido.org/articles/why-industrial-development-matters-now-more-ever

https://www.lpem.org/wp-content/uploads/2021/03/WP-LPEM-058_What_has_been_happening_to_Indonesias_Manufacturing_Industry.pdf

https://id.wikipedia.org/wiki/Gelembung_ekonomi

https://www.kompas.com/tren/read/2022/05/29/194500965/phk-massal-startup-apakah-ini-fenomena-bubble-burst

https://public.tableau.com/views/InvestasidiASEANdandampaknyaterhadapperusahaanStart-updiASEAN/Story1?:language=en-US&publish=yes&:display_count=n&:origin=viz_share_link

Ditulis oleh:
Oscar Martua Sinaga dan Tim Datains

--

--