Analisis Data Sosial Media tentang Banjir Jakarta di Awal 2020

Datains
6 min readJan 27, 2020

--

Memasuki awal tahun 2020 ini banyak sekali kejadian yang ramai menjadi perbincangan di media sosial. Pada awal bulan Januari lalu warga Indonesia terutama para pengguna sosial media atau yang akrab disebut netizen ramai membuat postingan tentang isu “Banjir”. Bagaimana tidak, kejadian banjir ini terjadi bertepatan dengan momen tahun baru dimana masyarakat sedang asyik merayakan dan larut dalam hingar bingar perayaan pergantian tahun.

Melihat kondisi ini, tim Datains mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada peristiwa banjir Jakarta kala itu dari perspektif analisis Data. Tim kami berhasil mengumpulkan dan menganalisa data cuitan netizen dari twitter terkait banjir dan menemukan beberapa fakta menarik.

Tulisan ini akan mengulas tentang fakta-fakta dari hasil analisis data yang sudah kami kumpulkan.

#1 Respon Netizen terhadap Banjir

Tim Datains berhasil menghimpun sejumlah 300.000 cuitan netizen dengan keyword “banjir” dari tanggal 31 Desember 2019 hingga 4 Januari 2020. Dari sekitar 300.000 cuitan yang diperoleh, tweet terbanyak ditemukan pada tanggal 1 Januari 2020, lalu aktivitas tweet banjir menurun secara bertahap pada hari-hari berikutnya.

Aktivitas twitter pada keyword banjir dilihat dengan menghitung jumlah aktivitas tweet, retweet, dan mention dari waktu ke waktu untuk melihat besarnya animo masyarakat dalam menanggapi isu banjir. Aktivitas twitter tersebut dapat dianalisis secara lebih spesifik untuk mengetahui bagaimana isu banjir bergulir, serta besarnya respon masyarakat dalam menanggapinya.

Hasil analisis menunjukkan kenaikan aktivitas yang signifikan di awal tahun 2020. Aktivitas tertinggi berada di tanggal 1 januari, tepat di pembuka tahun yang jumlah kenaikan dari hari sebelumnya mencapai persentase 9117.87%. Jumlah tersebut kemudian menurun secara bertahap di hari-hari berikutnya. Puncak aktivitas tertinggi berada di tanggal 1 januari 2020 pada pukul 23.00.

Untuk mendapatkan informasi yang lebih spesifik, diperlukan pengamatan lebih dalam mengenai apa yang terjadi yang terjadi di tanggal 1 Januari 2020. Kemudian tim kami melakukan pengamatan aktivitas selama 24 jam di tanggal tersebut untuk melihat waktu terjadinya lonjakan aktivitas yang signifikan.

Secara lebih detail, tweet yang dihasilkan oleh netizen tanggal 1 Januari 2020 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas tweet secara signifikan dari pukul 3.00 WIB secara bertahap hingga pukul 10.00 WIB yang terus bertahan jumlahnya hingga jam-jam berikutnya.

#2 Karakteristik Netizen: Lebih Banyak Meneruskan Daripada Melaporkan Informasi

Hasil pengamatan menunjukkan aktivitas mulai meningkat di pagi hari. Dimulai pada pukul 00.00 dengan jumlah aktivitas yang terus meningkat dan hingga pukul 10.00 pagi, dan bertahan sampai pukul 23.00 dengan jumlah sebanyak 217 tweet, 166 mention, dan 1133 retweet.

Aktivitas tweeting adalah aktivitas menulis tweet di twitter oleh pengguna. Aktivitas tweeting berkaitan dengan isu yang dikeluarkan oleh pengguna tentang sesuatu. Tweet yang dikeluarkan pengguna kemudian menjadi sebuah trend dengan mendapatkan jumlah retweet yang besar. Analisis aktivitas tweeting dilakukan untuk melihat seberapa padat aktivitas tweeting mengenai isu banjir oleh netizen dari waktu ke waktu sebagai laporan yang masuk di twitter.

Jika dilihat dari grafiknya, bisa kita ketahui bahwa jumlah netizen yang melakukan tweeting sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah aktivitas retweet. Ini berarti bahwa jumlah orang yang melaporkan kejadian banjir melalui tweeting lebih sedikit daripada jumlah orang yang meneruskan atau menyebarkan kabar tersebut.

#3 Politik: Isu yang Terangkat dengan Banjir

Isu banjir tidak lepas dari isu-isu lain yang mengikutinya. Apa saja isu yang turut meramaikan tweet dengan keyword banjir? Dengan melihat hashtag yang digunakan oleh netizen bersamaan dengan tweet yang mengandung kata banjir, kita dapat menganalisis isu apa saja yang ingin diangkat oleh netizen. Menariknya, isu-isu lain ini bukan isu yang berkenaan dengan bencana banjir atau sosial, melainkan tentang isu politik.

Dari data tweet yang berhasil terhimpun, hashtag yang paling banyak ditemukan menunjukkan isu banjir begitu dominan di awal tahun, baru kemudian diikuti oleh isu lain yang mulai muncul di jam dan hari berikutnya. Hashtag seperti #BanjirJakarta4niesDimana dan #Kick4niesSaveWarga umumnya baru muncul setelah hashtag seperti #BanjirJakarta muncul. Hashtags tersebut terus bertahan hingga beberapa hari, namun tidak pernah menyaingi isu banjir itu sendiri.

Sementara itu, kita dapat melihat akun-akun yang mendominasi mention mengenai tweet banjir dipimpin oleh Gubernur DKI Jakarta @aniesbaswedan, baru kemudian diikuti Presiden @jokowi di peringkat kedua, dan komika @davidnurbianto pada peringkat ketiga.

Beberapa akun dgn mention terbanyak ini merupakan akun-akun yg berafiliasi dgn Pemerintah, seperti @aniesbaswedan, @jokowi, Traffic Management Center Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetro, Badan Nasional Penanggulangan Bencana @BNPB_Indonesia, Gubernur Jawa Barat @ridwankamil, Akun Resmi Pemprov DKI Jakarta @DKIJakarta, mantan Gubernur DKI @basuki_btp, dsb.

Dengan banyaknya akun-akun resmi Pemerintah pada top mentions, kita dapat menganalisis bahwa ketertarikan masyarakat terhadap bencana banjir cenderung bersifat vertikal, yaitu berpusat pada interaksi antara masyarakat dengan Pemerintah. Artinya, masyarakat Twitter memiliki animo dan reaksi yang tinggi terhadap Pemerintah dalam menghadapi isu banjir.

Sementara akun-akun berita seperti @detikcom, @BBCIndonesia, @RadioElshinta, @kompascom, @CNNIndonesia juga cukup mendominasi top mentions. Artinya, akun-akun pers juga turut menjadi rujukan masyarakat dalam menghadapi isu banjir.

#5 Isu Tahun Baru dan Isu Banjir

Isu banjir terjadi di waktu yang bersamaan dengan pergantian tahun. Pergantian ini juga merupakan tren di media sosial dengan waktu yang pendek dan tweet yang banyak, karena memiliki euforia yang besar dalam waktu yang singkat. Analisis kedua isu ini dibutuhkan untuk melihat animo masyarakat mengenai trend tahun baru di media sosial pada masa pergantian tahun, dan perbandingannya dengan isu banjir dalam kurun waktu yang sama.

Data diambil dari dua kata kunci yang berbeda, yaitu kata kunci “banjir” dan “tahun baru”. Dengan melihat keseluruhan aktivitas tweets, RT, dan mention didapatkan skenario terjadinya aktivitas kedua kata tersebut. Pada awal waktu, aktivitas tweet dengan kata “tahun baru” mengalami kenaikan hingga puncak tahun baru, kemudian secara drastis mengalami penurunan pada jam setelah pergantian tahun. Sebaliknya, kata kunci “banjir” meningkat sebanyak 22 kali lipat dari aktivitas puncak tertinggi untuk kata kunci “tahun baru”. Untuk melihat lebih spesifik apa yang terjadi di antara kedua isu tersebut, ditambahkan data tahun baru yang membahas isu banjir. Hasil menunjukkan bahwa trend yang dihasilkan menghasilkan skenario netizen di h-1 tahun baru sedang banyak membicarakan tahun baru hingga puncak pergantian tahun, kemudian penurunan isu tahun baru disambut dengan naiknya isu banjir secara signifikan, namun belum banyak aktivitas yang merelasikan isu banjir dengan tahun baru. Aktivitas tersebut baru muncul mulai pukul 13.00 di tanggal 1 januari dengan tetap isu banjir sebagai leadingnya.

#6 Akun-akun yang baru dibuat ketika isu muncul

Ketika isu mengenai banjir muncul, banyak akun baru yang juga baru dibuat dan muncul untuk memposting mengenai banjir. Sekitar total 918 akun ditemukan dibuat setelah tanggal 31 Desember 2019 dan langsung melakukan posting mengenai banjir. Karenanya terjadi kenaikan jumlah akun baru dan memposting tweet banjir pada tanggal 1 Januari 2020. Jumlah akun baru yang hampir sama banyaknya terjadi pada hari berikutnya, yaitu tanggal 2 Januari 2020, namun kemudian jumlahnya menurun perlahan di hari berikutnya.

Akun-akun baru ini menggunakan keyword banjir pada tweet-nya dibarengi dengan hashtags lain yang tidak selalu berkaitan dengan banjir. Jika dibandingkan dengan top hashtags pada keseluruhan data, beberapa top hashtags yang digunakan oleh akun-akun baru ini memiliki perbedaan dengan top hashtags secara keseluruhan.

Dari 824 hashtags yang berhasil dihimpun dari tweet yang diposting oleh 918 akun baru tersebut, anehnya sekitar 40% diantaranya sama sekali tidak menyebutkan atau membahas tentang banjir.

Berbagai trend dan fakta yang kami temukan ini hanyalah analisis berdasarkan data atas cuitan netizen di media sosial Twitter dan tidak bisa dijadikan satu-satunya sumber untuk menyimpulkan kebenaran dibalik sebuah kejadian. Kami yakin ada banyak faktor lain yang perlu dipertimbangkan, dipelajari dan dianalisis untuk sampai pada kesimpulan yang sebenarnya.

--

--